Banner

KULWAP : Kegawatdaruratan pada Anak

dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A(K), M. Biomed

Sebelum membahas tentang gawat darurat pada anak, maka kita perlu tahu tentang batasan bayi baru lahir (neonate/newborn), bayi dan anak. Bayi baru lahir (newborn) berusia 0 hari – 28 hari, bayi usia 1 bulan – 1 tahun, anak mempunyai rentang usia 1 tahun – 18 tahun. Masing-masing mempunyai permasalahan yang berbeda-beda dan proses terjadinya kegawatan juga berbeda. Contoh pada bayi baru lahir, kegawat daruratan yang sering terjadi berhubungan dengan proses persalinannya. Misalnya proses persalinan yang lama, menyebabkan bayi menjadi stres ketika di dalam kandungan. Dan itu bisa mengakibatkan berbagai macam keadaan setelah bayi lahir.

Misal air ketuban menjadi hijau kental, sehingga bayi sesak. Perdarahan otak juga bs terjadi bila persalinan janin tidak lancar. Pada bayi yang berusia 1 bulan – 1 tahun, keadaan kegawat daruratan yang terjadi berbeda dengan bayi baru lahir. Pada bayi ketika sudah mulai mengenal dunia luar, kontak dengan banyak orang, sehingga mudah tertular penyakit infeksi sepeti batuk, pilek. Bila berlanjut dan tidak membaik bisa mengakibatkan radang paru-paru. Bayi juga sering mengalami diare atau muntah.

Diare yang tidak teratasi dapat menyebabkan dehidrasi, bila terus tidak membaik bisa menyebabkan dehidrasi berat dan dapat fatal sampai mengalami kematian. Pada anak usia 1 tahun ke atas juga memiliki karakteristik kegawat daruratan yang berbeda dengan anak yang lebih kecil. Pada anak usia 1 tahun ke atas lebih sering mengalami cidera. Karena anak sedang aktif dan senang bereksplorasi. Tidak jarang anak-anak usia ini mengalami tenggelam, kecelakaan dan lain sebagainya.

Gawat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah genting; berbahaya; kritis. Namun dalam konteks kesehatan, gawat adalah suatu keadaan yang mengancam nyawa. Baik itu dalam keadaan cedera maupun bukan cedera.

Darurat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan sukar yang tidak disangka sangka yang memerlukan penanganan segera. Dalam konteks kesehatan, darurat adalah keadaan yang membutuhkan pertolongan segera.

Jadi gawat darurat adalah suatu keadaan yang mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan segera.

Beberapa tanda kegawat daruratan pada anak:
– penurunan respon
– Anak cenderung tidur terus dan sukar dibangunkan
– Kejang
– Nyeri kepala hebat dan muntah menyemprot
– Perdarahan yang tidak dapat berhenti
– Tidak sadar
– Tidak dapat berdiri dan jalan
– Sesak napas atau kesulitan untuk bernapas
– Kulit dan bibir serta lidah tampak biru
– Kesulitan untuk menelan makanan
– Demam yang merubah perilaku normal sebelumnya
– Diare dan muntah dengan dehidrasi berat dan terus menerus
– Nyeri hebat

prosedur menghadapi kegawatan pada anak di rumah
prosedur menghadapi kegawatan pada anak di rumah

Mengenal Demam Berdarah Dengue yang “mematikan”.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus dengue. Sebagian masyarakat sering salah kaprah bahwa DBD disebabkan karena nyamuk. Hal ini tidak tepat, karena penyebab DBD adalah infeksi virus, namun virus dengue tersebut dibawa oleh nyamuk Aedes aegipty. Karena itulah, persepsi masyarakat, DBD disebabkan oleh  gigitan nyamuk.
Nyamuk ini paling banyak ditemukan di daerah tropis. Selain menularkan virus dengue, ada 22 jenis virus lain yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegipty. Apabila nyamuk Aedes aegipty yang mengandung virus dengue menggigit manusia, maka penyebaran virus dapat terjadi 2 hari sebelum demam sampai dengan 5-7 hari pada saat demam. Virus dengue mempunyai 4 jenis Serotipe, yaitu Den-1, Den-2, Den-3 dan Den-4. DBD pada anak sering kali tidak bergejala yang khas dan dapat menyerupai gejala sakit yang lain.

DBD mempunyai pola demam yang khas, yaitu hari pertama sampai dengan hari ketiga penderita DBD akan mengalami demam yang tinggi. Fase ini disebut sebagai fase demam. Pada fase demam sering kali anak tidak mau makan dan minum dan jatuh keadaan dehidrasi. Tanda fase demam yang lain adalah anak terlihat sakit berat, muka kemerahan dan bisa dengan atau tanpa batuk pilek. Pada hari ke-empat sampai keenam, demam akan turun. Fase ini biasanya akan mengecoh orang tua, karena pada fase ini orang tua menganggap bahwa anak dalam keadaan lebih stabil. Padahal fase tidak demam merupakan fase paling berbahaya. Mengapa disebut berbahaya, karena pada fase demam turun, terjadi rembesan cairan dari dalam pembuluh darah. Fase ini disebut sebagai fase kritis atau fase syok. Pada fase ini jumlah trombosit cenderung turun.

Tanda kegawatan pada anak DBD antara lain anak mengalami kebingungan, tangan-kaki dingin, Keluar keringat dingin, anak kejang. Setalah fase kritis terlewati anak akan mengalami peningkatan jumlah trombosit. Fase ini disebut sebagai fase penyembuhan. Anak seringkali telat dibawa ke RS dalam keadaan kritis karena tidak mengetahui tanda kegawatan.

Demam: kawan atau lawan

Demam merupakan salah satu alasan terbanyak orang tua membawa anaknya ke dokter atau IGD.

Dari keseluruhan pasien anak yang di bawa ke IGD 19-30% diantaranya menderita demam. Demam bisa menjadi kawan, karena pada dasarnya demam merupakan respon tubuh yang bersifat protektif atau melindungi.

Tujuannya adalah untuk meminimalisasi penyebaran penyakit.

Namun di sisi lain demam dapat menjadi lawan, bila reaksinya berlebihan. Demam dapat memicu terjadinya kejang, kerusakan sel otak bahkan kematian.

Oleh karena itu kita harus bijak dalam mengatasi demam. Pada anak yang mengalami demam, akan terjadi peningkatan kebutuhan oksigen di dalam tubuh. Sehingga kadang nafas anak menjadi lebih cepat atau denyut jantung menjadi lebih cepat juga.

#KulwapGIM

apa yang perlu dilakukan ketika tersedak
apa yang perlu dilakukan ketika tersedak 2
apa yang perlu dilakukan ketika tersedak 2
segera hubung petugas gawat darurat jika anak
segera hubung petugas gawat darurat jika anak
prosedur menghadapi kegawatan pada anak di rumah
prosedur menghadapi kegawatan pada anak di rumah

 

 

 

 

 

 

 

Narasumber: dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A(K), M. Biomed

Perkenalkan Narasumber kita kali ini, beliau adalah dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A(K), M. Biomed atau yang biasa disapa dengan nama dr. Dafi adalah Dokter Spesialis Anak dengan Subspesialis Emergensi dan Rawat Intensif Anak. Beliau ini sangat aktif menjadi pembicara tentang kegawatan pada anak di tingkat nasional maupun internasional, beliau juga aktif *menulis buku*. Salah satu karyanya adalah buku “Mengatasi Gawat Darurat pada Anak” . Beliau juga menjadi relawan yang menangani kasus gizi buruk di Asmat, Gempa Lombok, dan Gempa Palu.. Emejing!!!

 

List KULWAP KEGAWATDARURATAN PADA ANAK:
1. Materi Kegawatdaruratan pada anak
2. Tanya jawab Gawat darurat pada bayi
3. Tanya jawab Demam
4. Tanya jawab Kejang dan tersedak
5. Tanya jawab Alergi

Materi tambahan:
1. Alergi dan Menyusui
2. AMenyusui mencegah Alergi

Populer

Follow Us on Twitter

follow us