Category Archives: Artikel

Bagaimanakah Cara Menyusui yang “Benar”?

Cara Menyusui: Posisi Cross Cradle

Menyusui itu gampang.  Tapi sebagian ibu menemukan bahwa menyusui tak semudah kelihatannya. Sebagian ibu merasa bayinya menyusu kuat tapi tampak masih lapar, sebagian lagi merasa kesakitan setiap menyusui, dan sebagian bayi tampak tidak suka dan menolak saat akan disusui. Banyak ibu menghadapi berbagai kendala dan tantangan dalam menyusui sehingga timbullah pertanyaan : Bagaimana sih cara menyusui yang benar?

Tips Sukses Menyusui : Rencanakan Bertahap

Posisi Menyusui - crade hold

Saat seorang ibu mengambil keputusan untuk menyusui, sebuah pilihan berikutnya muncul: Untuk berapa lama? Merencanakan menyusui untuk jangka panjang seperti disarankan WHO – ASI eksklusif hingga 6 bulan dan setelah bayi makan tetap melanjutkan menyusui hingga 2 tahun – mungkin tampak sebagai rencana yang terlalu besar bagi sebagian ibu yang baru saja akan memulai.

Agar ASI Cepat “Keluar”

stock-photo-happy-mother-breast-feeding-her-baby-infant-113110369

“Kapankah ASI saya akan keluar?” “Bagaimana agar ASI saya cepat keluar setelah melahirkan?”

Pertanyaan-pertanyaan ini cukup sering ditanyakan ketika seorang ibu baru melahirkan. Tak jarang hal ini menyebabkan rasa was-was pada si ibu, bahkan keluarga besar. Mengetahui dan memahami bagaimanakah sebenarnya cara ASI diproduksi dan cara ASI dikeluarkan akan membuat kita lebih tenang dan percaya diri.

Manfaat menyusui dari berbagai aspek

menyusui-bayi

Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.

Menyusui, budaya turun temurun atau kebutuhan?

wasugi

Saat kita bertanya kepada kawan atau kerabat “Mengapa menyusui?” mungkin jawaban singkat akan kita dapat, yaitu “Karena ini sudah menjadi tradisi”. Tradisi memang sebuah produk dari kehidupan, interaksi antara manusia menghasilkan satu gagasan bersama yang membuahkan paradigma plural, itulah realitas kehidupan. Intuisi lahir sebagai landasan pokok pengetahuan baik dan buruknya realitas kehidupan dan alam semesta. Ini terlahir karena usaha manusia untuk memahaminya. Meskipun pada akhirnya manusia hanya mengira-ngira tanpa memahami mengapa harus memberikan ASI bukan makanan lain, misalnya. Permasalahannya akan pelik apabila manusia melakukan satu tradisi tanpa mengetahui alasan dibalik itu sehingga diperlukan sebuah kajian filosofis mengenai pentingnya menyusui.