ASI dan Susu Formula Sama saja?

memilih Menyusui atau Susu Formula?

Kita sering sekali mendengar ibu berkata “Anak saya dikasih susu formula saja buktinya sehat kok”. apalagi dengan gencarnya iklan yang tidak henti-hentinya di televisi, dengan jargon kesehatan anak baik kesehatan mental dan fisik, menumbuhkan satu persepsi umum bahwa “ASI dan susu formula terkesan sejajar baiknya”.Apakah memang susu formula sama saja dengan ASI? Atau mendekati seperti ASI? Atau bahkan lebih baik dari ASI? Kita tidak pernah tahu betul apa komposisi ASI itu secara utuh, bahkan klaim pabrik susu formula bahwa beberapa komponen ASI tidak dibutuhkan bayi.

ASI adalah anugerah untuk perempuan dan sangat bermanfaat untuk perempuan, dia sangat ideal dan sesuai dengan perkembangan pencernaan bayi, sesuai dengan diet ibu, sesuai kebutuhan bayi saat itu, juga sangat variatif komposisinya.

ASI variatif ? Ya… karena setiap saat bisa berubah komposisinya, bahkan setiap jam. Laktosa danlemak yang terkandung di dalamnya selalu berubah seiring waktu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi, begitu juga perubahan zat besi yang terkandung, itulah yang dikatakan Dhonukshe-Rutten RAM dalam Day-to-Day variation in Iron, Zinc and Copper in breastmilk of Guatemalan Mothers yang dipublikasi J Pediatr Gastro Nutr tahun 2005.

Bayi yang minum ASI sering kali terlihat lebih ramping dari bayi yang minum susu formula, tetapi sangat disayangkan apabila mengukur tanda sehat hanya dilihat dari gemuk atau tidaknya, bayi sehat diukur dari berat badan yang proporsional sesuai standar yang disepakati dan banyak indikator lain.

Sebenarnya apa yang tidak ada pada susu formula? Salah satunya adalah kolostrum. Pemberian susu formula sebelum bayi menyusu membuat cairan emas yang berharga dan tidak diperjualbelikan itu tidak dapat dinikmati bayi. Kita tahu bahwa kolostrum hanya keluar beberapa hari setelah melahirkan dan tidak akan keluar lagi setelah ASI matang keluar.

Selain itu antibodi, produsen susu formula sering mengklaim bahwa produknya kaya akan antibodi, padahal rata-rata susu formula hanya terdiri dari antimikroba immunoglobulin : sIgA,slgM,slgG dan menafikan antibodi lain yang lebih banyak yg ada dalam ASI seperti : Lactoferrin, Lysozyme, Lactoperoxidase, Nucleotide-hydrolyzing antibodies, Haptocorrin, Mucins, Lactadherin, Fatty acids, cytokines, sCD14 dan lain sebaigainya masih banyak lagi yang dipersembahkan ASI untuk pertahanan tubuh bayi.

Untuk menambah kaya komposisi susu formula, pabrik pun menambahkan DHA dan ARA. Semua ibu berharap anaknya pintar, kita tahu bahwa asam lemak ASI terdiri dari asam lemak linoleat dan asam lemak linolenat yang merupakan prekursor Docosahexainoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) untuk buiding block otak yang siap pakai.

Jumlah protein dalam ASI-pun berbeda, ASI terdiri dari 8-15 g/L protein sedangkan susu formula 15 g/L bahkan lebih. kita sering berfikir semakin banyak protein semakin bagus, tetapi ternyata anak manusia perkembangannya lebih lambat dari anak hewan. Selain itu protein ASI bersifat soluble atau mudah larut sehingga lebih mudah dicerna bayi yang mengandung protein anti-infektif yang melindungi bayi dari penyakit infeksi.

Yah, ini terlihat begitu sempurna, tetapi masih banyak yang meragukan ASI, bahkan diantara ibu ada yang mengatakan bahwa bayi ASI tidak lebih sehat dari bayi formula, atau bayi ASI tidak juga sepintar bayi formula.

Banyak penelitian tentang ASI yang menunjukan bahwa:

1. Bayi ASI lebih cerdas dalam test kognitif di sekolah

2. Jarang bayi ASI yang menjadi obesitas atau overweight

3. Menurunkan resiko diabetes tipe 1 dan 2

4. Menurunkan resiko alergi, asma dan dermatitis atopik

5. Menurunkan resiko kanker.

Banyak penelitian yang menunjukan keuntungan menyusui buat ibu :

1. Menurunkan resiko kanker payudara

2. Menurunkan resiko anemia defesiensi besi.

3. Menurunkan resiko obesitas dan overweight

4. Yang paling hebat adalah, membuat ibu semakin percaya diri sebagai ibu.

Apakah benar ASI dan susu formula sama saja? Silakan disimpulkan …

 

Penulis : Wawan Sugianto, Lc (konselor menyusui)

Disarikan dari presentasi dr. Jack Newman pada 7 Agustus 2009 pada Breastfeeding Expert Seminar dan merujuk refrensi lain dari berbagai sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>