Banner

Mengapa menyusui penting: Kualitas protein ASI berbeda

Tabel Komposisi ASI

Ternyata, protein yang ada dalam ASI hanya 0,8 – 0,9% dari komponen ASI, sedangkan kita tahu bahwa Protein adalah zat gizi yang sangat penting untuk pertumbuhan, dan kita mungkin berpikir bahwa “lebih banyak protein pasti lebih baik, agar anak cepat tumbuh besar”. Akan tetapi, sapi dan hewan lain tumbuh lebih cepat daripada manusia, sehingga mereka membutuhkan susu dengan konsentrasi protein lebih tinggi. Karena akan sulit bagi ginjal bayi yang belum sempurna untuk membuang kelebihan sisa protein apabila kebanyakan, atau apabila kita kasih susu dari mamalia lain.Protein ASI juga berbeda dari protein hewan mamalia lain, ASI mengandung: kasein, serum albumin, a-laktalbumin, B-laktalbumin, immunoglobulin, dan glikoprotein lain, 40% dari protein ASI adalah kasein, yang sama dengan asam amino yang membuat kalsium dan fosfat, sedangkan 60% adalah protein whey, yang mengandung air, elektrolit, dan protein.

Protein whey dalam ASI terdiri dari 5 faktor: a-laktalbumin, serum albumin, laktoferin, immunoglobulins dan lisozim. Laktoferrin (mengikat zat besi, dan  mencegah  pertumbuhan bakteri yang membutuhkan zat besi, dan juga bisa membunuh bakteri, virus, dan Candida), sedangkan Lisozim (yang membunuh bakteri) dan juga antibodi (imunoglobulin) yang member kekebalan pada bayi agar tidak terkena infeksi bakteri pada sel. Imunoglobulin utama di ASI adalah sIgA..

Faktor anti-infektif penting lainnya termasuk faktor bifidus yang menunjang pertumbuhan Laktobasillus bifidus. L. bifidus mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya, dan menyebabkan tinja bayi yang diberi ASI berbau seperti yogurt.  ASI  juga  mengandung faktor anti-virus dan faktor anti-parasit.

Sedangkan sebagian besar protein dalam susu sapi adalah kasein, yang karena tidak dapat dicerna dengan baik akan membuat gumpalan tebal dalam perut bayi. Sedangkan kasein pada ASI adalah kasein yang berbeda. Pada ASI kandungan kaseinnya lebih sedikit, dan kasein tersebut membentuk gumpalan yang lebih lembut dan mudah dicerna.

Kemudian, perbedaan lain dari protein ASI adalah, protein whey. ASI mengandung alfa laktalbumin sedangkan susu sapi mengandung beta laktoglobulin. Seperti diatas kita sebutkan adanya protein whey dalam ASI yang mengandung protein anti-infektif, seperti imunoglobulin A, atau IgA, dan laktoferrin, yang membantu melindungi bayi terhadap infeksi. Susu sapi dan formula tidak mengandung jenis protein anti-infektif yang melindungi bayi.

Dampaknya, bayi yang diberi susu sapi atau susu formula mungkin akan mengalami intoleransi terhadap protein yang ada di dalamny. Banyak diantaranya mengalami diare, sakit perut, ruam dan lainya. Bahkan, diare bisa persisten, yang dapat menyebabkan malnutrisi. Bahkan bayi mungkin mengalami intoleransi atau alergi hanya karena diberi sedikit saja susu formula pada hari-hari pertama hidupnya.

Protein dalam susu hewan dan susu formula mengandung keseimbangan asam amino yang berbeda  dengan ASI, yang mungkin tidak ideal untuk bayi. Susu hewan dan susu formula mungkin kekurangan asam amino sistin, sementara susu formula mungkin kekurangan taurin yang dibutuhkan bayi baru lahir khususnya untuk pertumbuhan otak. Meski sekarang taurin kadang ditambahkan ke dalam susu formula.

disadur dari:

40 hours Breastfeeding Counseling Course, WHO/UNICEF, About.com, dan Dubai Health Authority.

Populer

Follow Us on Twitter