Menyusui dan Perkembangan Otak Bayi

  • 23 Desember 2019
  • 272 views
Menyusui dan Perkembangan Otak Bayi Menyusui dan Perkembangan Otak Bayi

Otak merupakan organ tubuh yang tak tergantikan, dia berfungsi untuk mengkoordinir semua gerak tubuh manusia dan perilakunya.

Otak juga memiliki fungsi mengatur detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Selain itu, otak manusia juga bertanggung jawab terhadap pemikiran, kecerdasan, kreativitas, emosi, dan ingatan.

Begitu besar dan vitalnya fungsi otak untuk manusia, sehingga sangat penting untuk kehidupan manusia.

Pentingnya Asupan Nutrisi Untuk Perkembangan Otak

Otak merupakan organ paling berlemak di dalam tubuh manusia, perkembangan otak dimulai sejak bayi dalam kandungan, massa otak meningkat dua kali lipat dalam 6 bulan pertama dan pada umur 2 tahun ukurannya mencapai sekitar 80 % dari ukuran otak dewasa.

Ketika lahir otak manusia seberat 0,38 kg, dan meningkat menjadi 0,64 kg ketika berusia 6 bulan dan 0,97 kg saat bayi menginjak usia 1 tahun.

Inilah alasan kenapa 1000 hari pertama kehidupan manusia menjadi sangat penting dan merupakan usia emas kehidupannya.

Jika pada usia 0-24 bulan mengalami kekurangan gizi berat, maka 15 – 20% sel otaknya tidak tumbuh, begitu menurut Gani Ascobat 2015.

Ascobat Gani 2005
Ascobat Gani 2005, diambil dari buku “Inisiasi Menyusu Dini plus ASI Eksklusif”, karya: dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC.

Standar Emas Makanan Bayi dan Anak.

Apa nutrisi yang tepat agar bayi dan anak tumbuh dan berkembang dengan optimal?

Tentu kita semua sudah mengetahui jawabannya? yaitu; menyusui atau memberi ASI sampai usia 2 tahun atau lebih dan pemberian makanan pendamping ASI tepat waktu dan bergizi seimbang.

Jika dijabarkan lebih detail, standard emas makanan bayi adalah:

  1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
  2. ASI Ekslusif 6 bulan
  3. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) makan keluarga dan bergizi seimbang.
  4. ASI tetap diteruskan sampai 2 tahun atau lebih.

Baca juga: Mengapa Menyusui Penting?

ASI dan Perkembangan Otak.

ASI mengandung asam lemak esensial yang tak terdapat pada susu lain, susu sapi atau susu formula, misalnya

Asam lemak esensial ini dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata bayi, serta kesehatan pembuluh darah.

Asam lemak esensial yang paling penting di dalam ASI adalah lemak rantai panjang unsaturated DHA (Docosahexainoic Acid) dan ARA (Arachidonic Acid).

Baca juga: Perbedaan lemak pada Bermacam Susu

Dua zat ini sangat terkenal, karena sering sekali dipakai menjadi bahan promosi susu formula dalam strategi marketing mereka.

Selain itu, menurut dr. Utami Roesli, yang kami sadur dari bukunya “Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Ekslusif”, ASI juga mengandung kolestrol yang berguna untuk mielinisasi jaringan saraf. (penyelubungan syaraf dengan myelin).

Ada juga taurin untuk neurotransmiter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak.

Plus yang tidak kalah penting, adanya kolin untuk meningkatkan memori dan tentu ASI selalu dilengkapi dengan enzim percernanya.

Misalnya, ASI mengandung enzim lipase yang membantu mencerna lemak. Enzim ini tidak terdapat di dalam susu hewan atau susu formula.

Sehingga, lemak yang terdapat di dalam ASI dicerna lebih sempurna dan digunakan lebih efisien oleh tubuh bayi.

Kesimpulan

Inisiasi Menyusu Dini atau IMD membantu dan meningkatkan potensi kesuksesan menyusui hingga 2 tahun atau lebih.

ASI adalah asupan sempurna untuk bayi, ASI membantu perkembangan otak dan tubuh bayi dan anak.

Setelah 6 bulan, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI yang adequat, bergizi baik dan bervariasi.

Baca juga: Sharing: Tips Awal Memberi MP-ASI

Ditulis oleh: dr. Uthie

Seorang dokter umum dan relawan Gema Indonesia Menyusui (GIM), salah satu pengurus harian GIM.

Sebelumnya