Kapan Bayi Mulai Makan dan Apa Yang Harus Dipertimbangkan?

  • 16 Desember 2019
  • 319 views
Kapan Bayi Mulai Makan dan Apa Yang Harus Dipertimbangkan? Kapan Bayi Mulai Makan dan Apa Yang Harus Dipertimbangkan? - Ilustrasi Foto Ibu dan Ayah sedang berada di dapur menyiapkan makanan bersama bayinya. foto by: Freepik

Kapan Bayi Mulai Makan? merupakan pertanyaan umum bagi para orang tua. Kita mengetahui bahwa pemberian makanan yang tepat dan baik sejak lahir sampai usia bayi 2 tahun adalah fundamental, karena dapat menjamin kualitas tumbuh kembang anak.

Strategi global pemberian makanan bayi dan anak WHO, UNICEF dan seluruh dunia untuk anak usia 0 – 2 tahun adalah; ASI Eksklusif dari 0 – 6 bulan, usia 6 – 24 bulan bayi diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), sedangkan menyusui tetap dilanjutkan sampai usia 24 bulan atau 2 tahun atau lebih.

Alasan Kenapa Sebaiknya Menyusui Sampai 2 Tahun.

Pada usia 0-6 bulan, ASI dapat mencukupi semua kebutuhan energi bayi, yang berarti saat itu bayi hanya membutuhkan ASI saja untuk dapat tumbuh dan berkembang.

Fase itu biasanya dinamakan dengan fase ASI eksklusif, atau fase ASI saja, tanpa pemberian makanan atau minuman lain termasuk air putih. Jika dibutuhkan, vitamin dan obat-obatan diberikan sesuai dengan rekomendasi dokter, tentu dibolehkan.

Memasuki usia 6 – 9 bulan ASI dapat mencukupi 70% dari kebutuhan energi, sehingga bayi tetap disusui dan mulai diberi MP-ASI atau makanan padat.

Usia 9-12 bulan, ASI juga tetap penting, karena masih memenuhi 50% kebutuhan energi bayi.

Menginjak usia 12 – 24 bulan, 30% dari kebutuhan energi bayi dapat dicukupi oleh ASI.

Inilah kenapa ASI sebaiknya tetap diberikan sampai bayi berusia 2 tahun, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang tidak dapat dicukupi oleh ASI, bayi membutuhkan makanan pendamping ASI yang adequat dan bergizi.

Pemberian Makanan Pendamping ASI.

Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) artinya adalah memberikan makanan disisi pemberian ASI, yaitu ketika bayi tepat memasuki usia 6 bulan, atau 5 bulan 30 hari.

Keduanya (ASI dan MP-ASI) harus berjalan bersama dan saling melengkapi agar bayi mendapat semua kebutuhan gizinya untuk tumbuh dan berkembang dan tentu mencegah terjadinya stunting, yang merupakan program nasional Kementerian Kesehatan RI.

Apa Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Pemberian MP-ASI?

Usia 0 – 24 bulan merupakan fase yang sangat fundamental, saat itu bayi tumbuh dan berkembang cepat, sehingga harus ditopang dengan asupan yang baik dan bergizi sesuai dengan kebutuhanan setiap fase umurnya.

Kementerian Kesehatan membagi menjadi 3 fase usia pemberian MP-ASI, yaitu 6 – 9 bulan, 9 – 12 bulan dan usia 12 – 24 bulan.

Jadi kalau kita membicarakan MP-ASI maka hal yang penting kita pikirkan pertama kali adalah; bayi kita usianya berapa?

Setiap fase usia tersebut memiliki frekuensi, jumlah dan tekstur makanan yang berbeda-beda.

Variasi makanannya bayi, adalah hal lain yang juga penting untuk kita pertimbangkan dalam pemberian MP-ASI.

sedangkan 2 hal lain yang tidak kalah penting adalah pemberian makan secara responsif aktif dan kebersihan, baik kebersihan bahan makanan, tempat, dan kebersihan kita saat akan memberikan makanan.

Sehingga bisa kita simpulkan bahwa dalam pemberian MP-ASI sebaiknya kita mempertimbangkan usia, frekwensi, jumlah, tekstur makanan, variasinya, cara memberikannya dan kebersihannya.

Sumber: Disarikan dari buku Pelatihan Konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak, Kementerian Kesehatan RI.

Ditulis oleh: wasugi

Ketua Gema Indonesia Menyusui dan salah satu founder dan relawan GIM, aktif sebagai konselor menyusui sejak tahun 2006. Penulis berdomisili di Yogyakarta.